Minggu, 05 Juni 2011

Kumpulan Nasihat/Tausiyah

Nasihat-nasihat ini penulis ambil dari buku yang penulis baca, salah satunya dari buku karya Adil Abdul Mun’im Abu Abbas “Ketika Menikah jadi Pilihan (2008)”. Berikut ini yang dapat penulis share :
Anak-anak muslim sangat membutuhkan orang tua yang mengerti hal anak dan mau memberikannya.
Kepada orang tua, biasakan anakmu dengan etika dan kehormatan. Jauhkan ucapan mereka dari hal yang keji dan penghianatan. Sesungguhnya mencelah agama adalah haram, sedangkan menuduh orang lain adalah kemungkaran dan kejahatan. Ajarkan kepada mereka tentang halal, haram, sifat-sifat keutamaan, dan sifat-sifat keagungan. Ambillah hikmah dari ucapan orang bijak, sampaikan hikmah itu kepada anak-anak. Jangan membedakan anak laki-laki dan anak perempuan, sebab keduanya adalah anigerah Allah.
Nasihat seorang bapak tidak hanya pada waktu tertentu saja. Jika nasihat terhenti maka kemungkinan yang menjadi penyebab adalah sikap tidak acuh kepada orang tua, serta ketidak pedulian terhadap perintah Allah yang berkaitan dengan meneliharaan, perlindungan, pendidikan, dan perhatian. Salah satu cirri bapak yang saleh adalah memberikan nasihat yang baik kepada anknya.
1.    Nasihat seorang bapak kepada anaknya
As-Sahrudi memberi nasihat yang sangat bijak kepada anaknya:
Anakku, orang yang tidak setia dianggap tidak berakal, orang yang tidak jujur diangap tidak berkepribadian, orang yang tidak memiliki hasrat dianggap tidak berilmu, orang yang tidak memiliki rasa malu diangap tidak mulia, orang yang tidak memiliki taufiq dianggap tidak bertaubat. Tidak ada simpanan yang lebih bermanfaat dibanding ilmu, tidak ada kekayaan yang lebih menguntungkan dibanding kesabaran, tidak ada nilai yang lebih tinggi dibanding etika, tidak ada kawan yang lebih cerdas sibanding akal, tidak ada bukti yang lebih jelas dibanding kematian, tidak ada kemuliaan yang lebih bermanfaat dibanding meninggalkan maksiat, tidak ada beban yang lebih berat dibanding utang, tidak ada ibadah yang lebih utama dibanding diam, tidak ada keburukan yang lebih buruk dibanding kebohongan, tidak ada kesombongan yang lebih besar dibanding kedunguan, tidak ada kemiskinan yang lebih berbahaya dibanding kebodohan, tidak ada kehinaan yang lebih hina dibanding ketamakan, tidak ada cela yang lebih buruk dibanding kebakhilan, dan tidak ada kekayaan yang lebih bernilai dibanding qana’ah (kapuasan).
Anakku, barang siapa melihat aib orang lain maka dia memperbesar kehinaan dirinya, dan barang siapa menghunus pedang kezaliman maka dia akan terbunuh olehnya, dan barang siapa menggali lubang untuk orang maka dia akan terperosok ke dalamnya.
Anakku, barang siapa menentang kebenaran maka dia akan hancur, barang siapa sengaja merusak aurat seorang muslim maka auratnya akan dirusak Allah, barang siapa kagum dengan pendapatnya sendiri maka dia akan tersesat, dan barang siapa sombong kepada manusia dia maka dia akan menjadi hina. Barang siapa bermusyawarah maka dia tidak akan pernah menyesal, barang siapa bergaul dengan ilmuwan maka dia akan menjadi pintar, barang siapa tidak banyak bicara maka dia akan mendapat pujian, barang siapa suka berbohong maka dia tidak akan dipecaya siapa pun, barang siapa yang mengikuti hawa nafsunya maka dia akan celaka, dan barang siapa yang tidak menghormati orang lain maka samakanlah dia dengan hewan.
Anakku, sesungguhnya aku telah merasakan segala macam kenikmatan, tapi aku tidak pernah mendapat sesuatu yang lebih nikmat daripada kesehatan. Aku pernah merasakan semua kepahitan tetapi aku belum pernah mendapatkan sesuatu yang lebih pahit daripada kebutuhan terhadap manusia. Aku pernah menindahkan besi dan batu, tetapi aku tidak pernah mengdapatkan yang lebih berat daripada utang.
Anakku, jika engkau didekati suatu kaum maka tutuplah matamu dari kelemahan-kelamahan mereka, dan barang siapa berbuat buruk kepadamu balaslah dengan perbuatan baik.
Anakku, tanamkanlah kebaikan maka engkau akan menuai kebaikan yang banyak. Bergaullah dengan orang-orang terhormat dan jauhilah orang-orang jahat, karena jika engkau bergaul dengan orang-orang terhormat maka derajatmu akan terangkat, jika engkau dizalimi maka engkau akan ditolong mereka, dan jika engkau bicara maka mereka akan medengarkanmu. Sebaliknya, jika engkau bergul dengan orang-orang jahat maka engkau akan dikhianati, jika mereka engetahui rahasiamu maka engkau akan dihinakan, dan jika engkau tidak dibutuhkan maka engkau akan ditinggalkan.
Anakku, engkau harus menyesali dosa, emngingat Allah pada pagi dan malam hari, dan bershalawatlah atas Nabi Muhammad saw.
Anakku, lihatlah untuk orang-orang yang berada di bawahmu dalam masalah kekayaan, dan lihatlah kepada siapa yang berada di atasmu dalam masalah agama.
2.    Nasihat seorang pemimpin kepada anaknnya
Umar bin Khatab pernah menulis surat kepada putranya, Abdullah, ketika dia akan berpergian jauh. Setelah memuji dan mnyanjung Allah, dia mengatakan, “Sesunguhnya siapa saja yang bertakwa kepada Allah, maka dia akan dijaga. Barang siapa bertawakal keapda-Nya, maka dia akan diberi kecukupan. Barang siapa bersyukur keapda-Nya, maka akan ditambahkan nikmat kepadanya. Dan barang siapa mengerjakan kebaikan, maka dia akan diberi balasan. Oleh karena itu, jadikan kebaikan sebagai cahaya pandanganmu dan tulang punggungmu. Seseorang tidak dianggap beramal jika tidak berniat, tidak diberi balasan jika tidak memiliki kebaikan, dan tidak dianggap baru jika tidak berkarya.”
3.    Nasihat seorang ibu kepada anaknnya
Seorang ahli ibadah dari Basrah, Ibban bin Taghlub pernah mendengar seorang wanita Badui memberikan nasihat kepada anaknya yang akan melakukan perjalanan. Wanita itu berkata, “Anakku, jauhilah adu domba karena sifat itu menanamkan kebencian dan memisahkan orang yang saling mencintai. Dan jauhilah penyebaran aib orang lain sehinga engkau tidak menjadi sasaran. Tidak sedikit panah yang dibidikkan ke sasaran tetapi justru melukai orang yang melepaskannya. Dan akhirnya akan melemahkan kekutannya yang tangguh. Jangan bersifat dermawan dengan agamamu dan kikir dengan kekayaanmu. Jika ingin bertanya, bertanyalah kepada ahlinya, maka dia akan menjawab pertanyaanmu. Dan janganlah bertanya kepada orang yang tercela yang tidak mengerti apa-apa, sebab dia adalah batu yang tidak bias memancarkan air. Umpamakan dirimu seperti perbuatan baik yang engkau minta dari orang lain, lalu kerjakan, atau seperti perbuatan buruk yang kamu terima dari orang lain, lalu kamu jauhi. Sesungguhnya seseorang tidak dapat melihat aib dirinya. Barang siapa cintanya menjadi landasan hidup, tetapi perbuatannya bertentangan dengan hal itu, maka terhadap dirinya rekannya seperti tiupan angina.”
4.    Nasihat seorang ibu untuk putrinya yang mau menikah
Pesan Asma binti Kharijah, istri Auf asy-Syaibani, kepada anak gadisnya sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Peasn itu berisi prinsip-prisnsip hubungan suami-istri dank ode etik luhur yang harus dimiliki setiap gadis muslimah yang akan memasuki jenjang kehidupan rumah tangga.
“Wahai putri q, seandainya wasiat boleh ditinggalkan karena keutamaan suatu etika (formalitas) aku tidak akan menyamapikan kepadamu. Tetapi nasihat merupakan peringatan bagi orang yang lengah dan bantuan bagi orang yang berakal. Seandainya seorang wanita tidak memerlukan pasangan hidup, maka akulah orang yang paling tidak membutuhkan pasangan hidup. Tetapi wanita itu diciptakan sebagai pasangan pria, dan pria sebagai pasangan wanita.
Wahai putriku, engkau sekarang telah meninggalkan udara di mana engkau dilahirkan, dan telah jauh dari tempat tingal di mana engkau tumbuh besar, menuju dunia yang engkau beleum mengetahuinya, dan mendapatkan seorang teman yang engkau belum pernah menganalnya.
Dengan memilikimu, dia akan menjadi raja bagimu. Maka jadilah engkau hamba sahaya baginya, sehingga dia akan menjadi ham-ba sahaya bagimu. Peganglah sepuluh perkara sebagai bekal pengingat bagimu.
Pertama dan kedua, temanilah dia dengan penuh kepuasan, dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya. Karena sesungguhnya dalam kepuasan itu terdapat ketenangan hati, dan dalam pendengaran serta ketaatan itu terletak ridha Sang Ilahi.
Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu. Dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai sesuatu yang buruk (selalu tampil cantik di depan suami). Sesungguhnya celak merupakan sesuatu yang baik dari segala yang ada, sedangkan minyak wangi merupakan sesuatu yang paling harum yang dicari setiap orang.
Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya, dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur. Karena, sesunguhnya perihal lapar menjadikan nafsu bergejolak, sedangkan kegaduhan yang mengganggu tidur menyebabkan kemurkaan.
Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat dan keluarganya. Dan jagalah harta kekayaannya, karena sesungguhnya menjaga harta miliknya merupakan wujud penghormatan yang baik. Sedangkan pemeliharaan hubungan terhadap kerabat dan keluarganya merupakan bentuk pengurusan yang baik terhadap dirinya.
Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarluaskan rahasianya, dan jaganlah engkau menentang perintahnya (selama perintah itu tidak bertentangan dengan agama). Karena jika engkau menyebarluaskan rahasianya, maka engkau tidak akan selamat dari penghianatannya. Dan jika engkau menentang perintahnya, maka engkau membangkitkan amarah dalam dadanya.
Selanjutnya wahai putriku, hindarilah kegembiraan di hadapanya pada saat dia sedang dalam kesedihan dan kesusahan. Dan janganlah engkau bermuram durja pada saat dia sedang bahagia. Karena kegembiraan pada saat sedih merupakan kelalaian, sedang kemuraman pada saat bahagia merupakan perbuatan yang mengeruhkan suasana.
Jadilah engkau orang yang paling mengagungkan baginya, maka dia akan menjadi orang yang paling memuliakanmu. Dan jadilah engkau orang yang paling mendukungnya (dalam hal kebaikan), niscaya engkau akan langgeng bersamanya.
Ketahuilah wahai putriku, engkau tidak akan pernah sampai pada apa yang engkau cintai darinya hingga engkau mendahulukan keridhaannya atas keridhaanmu, dan keinginannya atas keinginanmu, terhadapa segala hal yang kamu senangi atau yang kamu benci. Semoga ALLAH SWT memberi kebaikan kepadamu dan melindungimu, amin…”
5.    Nasihat Abdullah bin Syidad kepada anaknya
Inti nasihat Abdullah bin Syidad kepada putranya, Muhammad, saat Abdullah bin Syidad menghadapi ajal. Anakku, semoga Allah membimibing dan mendukungmu. Aku akan memberimu nasihat, jika engkau bias menjaga dan memeliharanya, maka aku berharap engkau akan bahagia d dunia dan di akhirat:
Pertama, tetap bertakwa kepada Allah dengan menjaga anggota tubuhmu dari perbuatan maksiat dan menjalankan perintah Allah sebagai suatu ibadah kepada-Nya.
Kedua, jangan kaget dengan musibah.
Ketiga, bersikaplah adil, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
Keempat, jangan memusuhi kaum muslimin dan kaum dizalimi.
Kelima, puas terhadap kekayaan dan kehormatan yang diberikan Allah.
Keenam, jangan melupakan pemberian orang lain.
Ketujuh, mengatur dan menangani dengan baik segala urusan supaya tidak merepotkan orang lain.
Kedelapan, jangan mengikuti dirimu untuk sesuatu yang sia-sia dengan tidak menanyakan hal-hal yang belum kamu ketahui dan mengabaikan apa yang telah kamu ketahui.
Kesembilan, mengucapkan salam terlebih dahulu dan berbicara dengan logika yang baik kepada orang lain, enmepati janji, bersikap rendah hati dengan sewajarnya, membantu orang lain sesuai kemampuan, senang terhadap orang baik, menghindari orang yang tidak baik, dan mencari sunah dalam hal itu.
Kespuluh, tidak mempertahankan ketidaktahuan terhadap hal-hal yang menyangkut agama dan kehidupan dunia.
6.    Nasihat seorang budayawan kepada anaknya
“Anakku, semoga Allah menujukimu ke jalan yang baik. Aku berpesan kepadamu supaya engkau tidak berusaha mencari keuntungan pribadi engan mengorbankan orang lain, sehingga Sang Pencipta dan semua makhluk marah kepadamu. Sebab, dengan perbuatan itu engkau telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya serta melanggar ketentuan Islam. Orang muslim adalah orang yang membuat orang lain selamat dari tangan dan lidahnya. Dan orang mukmin adalah orang yang membuat aman orang lain dari bahaya dan kejahatannya. Ketauilah bahwa dunia dan berbagai hiasannya yang memperdaya dirimu ini tidak lain hanyalah merupakan jalan hukuman atau ganjaran atas perbuatanmu di dunia, hal ini seperti yang tertera dalam QS. Az-Zalzalah (99): 7-8.
Oleh karena itu, akan lebih baik jika engkau mengarahkan seluruh konsentrasimu kepada hal-hal yang tidak menbuatmu tercela di dunia dan disika di akhirat. Jangan mendekati penghianatan dan jangan menyimpang dari jalan amanat. Sebab, khianat adalah perbuatan yang paling buruk dan akhlak paling jelek yang bertentangan dengan amanat. Dengan amanat, manusia diciptakan dan amanat merupakan jalan terbaik yang bias digunakan untuk mendapatkan cinta manusia.”
7.    Pesan dari alam lain
Ada seseorang yang menulis pesan untuk anak satu-satunya dan meninggalkannya setelah meninggal dunia. Dalam surat itu, dia mengatakan:
Anakku, buah hatiku yang semata wayang, engkau akan membaca pesan ini ketika aku sudah berada di alam lain di mana yang bermanfaat bagiku hanyalah amal dan prilaku baik yang pernah aku lakukan. Ketahuilah anakkau, aku seorang diri menjalani hidup tanpa ayah, ibu, paman, dan bibi. Mereka semua dibinasakan oleh suatu hal yang tidak bias dicegah. Dunia ini tidak akan pernah abadi untuk siapa pun, tidak pernah abadi untuk mereka, diriku, dirimu, dan orang lain. Oleh karena itu, selama di dunia berusahalah menciptakan hal yang bermanfaat untuk manusia dan megeri, bantulah kaum fakir dan miskin, tempulah satu jalan terhormat di dunia ini, berusahalah di dalam hidupmu dengan cara yang paling terhormat, pilihlah kehormatan yang dibarengi kemiskinan, sebab hal itu lebih baik bagimu dibanding kekayaan yang dibarengi kejahatan. Jadilah laki-laki yang memiliki cinta dan kasih untuk anak-anak sebangsamu, jika engkau dibantu waktu dan engkau termasuk yang menonjol dikalangan umat maka jadikanlah perhatianmu untuk megerimu. Janganlah engkau diperdaya orang lain, sebab segala sesuatu akan sirna, tetapi nama orang yang selalu mengangkat tiang umat dan negerinya tidak akan pernah sirna.
Seseorang itu hendaknya berfikir, bagaimana dia menghabiskan usianya,
untuk memberi manfaat kepada negeri yang tumbuh dari kekayaannya.
Ketahuilah, engkau mempunyai kewajiban terhadap negaramu, sebab orang lain tidak akan pernah menghargai jika engkau tidak pernah menghargainya. Ketahuilah bahwa semua orang sama. Bapak mereka Adam dan ibu mereka Hawa. Mereka memiliki kelebihan karena amal. Jangan bergaul dengan orang-orang bodoh, sebab watak itu seperti air yang rasa tawarnya bercampur dengan rasa asinnya. Jangan pergi ke tempat-tempat hiburan, bahkan jangan mendekatinya, sebab tempat-tempat itu merusak roh kehormatan.
Jadilah penolong bagi orang yang mengharapkan, karena orang yang merdeka adalah penolong
Bermusyawarahlah dengan orang yang lebih tua dan berpengalaman. Jangan meninggalkan belajar hanya karena telah selesai sekolah, luangkan waktu sedikit untuk belajar dan jangan sekali-kali meremehkan. Saya memohon kepada Allah SWT sesmoga Dia memperbaiki keadaan dan tujuan bagimu. Inilah pesanku dan nasihatku, semoga kedamaian negiringimu selalu samapai akhir zaman.

Semoga bermanfaat……..

Kamis, 19 Mei 2011

Mengenal karakter orang dari Golongan darah



Hal yang saya paparkan berikut merupakan gabungan dari berbagai sumber. Hal tersebut kembali kepada individu masing-masing, jadi jagan dibuat acuan tapi buatlah sebagai referensi….


Di Jepang , untuk menentukan kepribadian / sifat seseorang lebih ditentukan dilihat dari sisi golongan darah orang tersebut daripada zodiak, shio ataupun ramalan-ramalan yang lainnya. Konon, ditemukan oleh seorang ilmuwan Jepang yang bernama Furukawa Takeji pada tahun 1933. Alasannya cukup sederhana dan logis memang, yaitu karena golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu dalam sel (DNA) yang membangun semua sel di tubuh kita, dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Benar apa tidak sih,relatif menurut saya.tapi emang sedikit menggelitik sih..di negara semaju Jepang,, saat interview pekerjaan, terkadang untuk menentukan calon karyawan yang tepat untuk menempati posisi tertentu, ya golongan darah lah yang dijadikan salah satu pertimbangan.

Gol. Darah A
Orang dengan golongan darah A memiliki kekuatan karakter yang mengakar kuat yang akan membantu mereka untuk tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik menghadapi situasi serupa. Mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan sesungguhnya kurang nyaman berada di antara orang banyak. Mereka biasanya pemalu dan terkadang suka mengasingkan diri. Mereka mencari keharmonisan dan sangat sopan, tetapi mereka sebenarnya tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain. Mereka sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri. Orang-orang dengan golongan darah ini selalu mengukir sukses dan sangat perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka.      
  • orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem
  • Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
  • Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
  • Mereka berusaha membuat diri mereka sewajar dan ideal mungkin.
  • Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
  • Mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
  • Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.
- tanggung jawabnya kuat. skali ditetapkan, akan menjalankan tugas sampe selesai
- tipe pemikir, bukan adventurir
- hal2 sekecil apapun, akan diselesaikan walaupun memakan waktu
- orang yang patuh terhadap peraturan dan moral, jarang melakukan hal2 “miring”
- orang yang selalu menepati janji
- keras kepala, dan jarang mendengarkan omongan orang
- sekali perasaannya terluka, lama sembuhnya
- kegagalan di masa lalu sampai kapanpun ga akan bisa dilupain
- selalu kepikiran dengan omongan2 orang ttg dirinya sendiri
- krn tipe yang economist, jarang menghambur2kan uang dan selalu konstan menabung
Cara Berkomunikasi dengan Orang Bergolongan Darah A
  • Jangan mengangkat topik yang konfrontatif &topik kontroversial karena mereka orang yang tidak suka membuat konfrontasi dengan lawan bicara (Kaleeem menn…)
  • Gunakan kata-kata yang relatif sopan karena mereka sangat sensitif dan terkadang konservatif sehingga kata-kata yang tidak sesuai dengan standar kesopanan minimal akan dapat menyinggung mereka.
  • Jika menjawab usahakan dengan lengkap dan bermakna karena mereka adalah orang yang sangat sempurna dan kurang menyukai hal yang setengah-setengah.
  • Mintalah pandangan dan pendapat mereka karena mereka sangat kreatif untuk hal ini dan dengarkan dengan saksama ketika mereka menjelaskan.
  • Jangan melebihi mereka saat menyampaikan sesuatu. Artinya, jangan sampai mereka merasa dilampaui dalam hal kepintaran dan pengalaman, misalnya.
  • Hargai mereka dengan memuji seperlunya karena pujian yang berlebihan akan membuat mereka ragu dengan ketulusan si pemuji.
Sebagai tambahan, orang golongan darah A cenderung menyukai topik-topik yang bernuansa damai dan kooperatif. Mereka tidak menyukai topik yang berkaitan dengan sepak terjang atau kepribadian orang lain yang tidak ada parameter jelasnya. Mereka sangat sensitif, dalam arti setiap kata yang diterima oleh akal sehat mereka akan menjadi tolok ukur mereka terhadap orang yang diajak berkomunikasi. Untuk itu, lebih berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang golongan darah A ini karena mereka cenderung SENSITIF


Gol. Darah B
Orang dengan golongan darah B merupakan orang yang paling praktis di antara semua golongan darah yang ada. Mereka adalah spesialis di bidang yang digelutinya. Ketika mereka memulai sebuah proyek, mereka akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk memahami dan mencoba mengikuti semua petunjuk/arahan yang diperlukan untuk itu. Jika mengerjakan sesuatu, mereka selalu fokus kepada apa yang tengah dikerjakan. Mereka cenderung berpedoman pada tujuan dan mengejarnya sampai tuntas walau pun kelihatannya pekerjaan itu tidak mungkin dilakukan. Mereka cenderung kurang kooperatif. Mereka lebih suka mengikuti peraturan dan gagasan mereka sendiri. Orang dengan golongan darah B memberikan perhatian lebih kepada pikiran daripada perasaan mereka, dan karenanya, terkadang kelihatannya dingin dan serius.

  • Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
  • Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
  • Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
  • Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
  • Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
  • Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.
- setelah memikirkan sesuatu, biasanya ga ambil pusing, langsung ngelaksanain. akhirnya prosesnya cepet selesai
- selalu berpikir positif dan selalu berpandangan maju
- jarang terpengaruh dengan lingkungan
- rasa keingintahuannya tinggi, makanya cepet dalam memperoleh info. banyak tipe B  yang multi-interests
- berbakat dalam seni
- krn tertarik dengan banyak hal, orangnya cenderung bosenan
- Daya Fokus tinggi
- krg bisa mengontrol emosi
- susah beraktifitas dalam group / tim
-cenderung boros krn gak pinter mengatur keuangan
Cara Berkomunikasi dengan Orang Bergolongan Darah B

Ada karakter ada gaya. Orang bergolongan darah B memiliki karakter yang berbeda dengan mereka yang bergolongan darah A. Mereka lebih praktis, egois, kreatif, optimis dan bebas dalam berpikir. Mereka juga memiliki kecenderungan mengerjakan segala sesuatu secara individual.
Untuk lebih jelas, gaya komunikasi dengan orang bergolongan darah B berikut dapat dijadikan pedoman:
  • Mulailah pembicaraan dengan runtun, jangan melompat-lompat karena mereka kurang menyukai hal-hal yang tidak teratur.
  • Jangan memulai pembicaraan tanpa mengakhirinya.
  • Gunakan data-data akurat, bukan rekaan.
  • Jika mengajak kerjasama, pastikan bahwa mereka bersedia.
  • Berbicaralah kepada otaknya bukan hatinya. Gunakan lebih banyak fakta rasional daripada sosial.
  • Jangan menggunakan gaya bicara yang terburu-buru.
Orang dengan golongan darah B lebih suka mendengarkan uraian rinci dan runtun. Mereka suka ada awal dan akhir dari sebuah percakapan. Karena mereka sangat concern dengan apa yang telah dimulai untuk dapat diakhiri. Mereka tidak suka orang yang berbicara secara tidak jelas dan tanpa pertimbangan rasional karena mereka lebih menggunakan nalar rasio-nya daripada perasaannya.

Gol. Darah AB
Orang dengan golongan darah AB susah dikelompokkan. Mereka dapat memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu bersamaan. Artinya, di satu sisi mereka pemalu, di sisi lain, sangat terbuka. Mereka dengan mudah mengubah satu sisi ke sisi yang lain. Mereka dapat dipercaya dan bertanggung jawab, namun tidak dapat bertanggung jawab jika terlalu banyak yang dituntut dari mereka. Mereka tidak keberatan membantu sepanjang sesuai dengan syarat mereka. Orang-orang dengan golongan darah ini sangat suka seni dan metafisika. AB juga dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka juga suka menentukan syarat sendiri dan berhak menggugurkannya jika tidak sesuai dengan harapan mereka. Mereka dikenal sangat sensitif dan penuh perhatian. Di Jepang, beberapa perusahaan membagi karyawan-karyawannya ke dalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah, dan ironisnya, tidak seorang pun yang mau bekerjasama dengan kelompok golongan darah AB di Jepang .
  • Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
  • Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
  • Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
  • Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
  • Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
  • Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.
- sensitif
- sebelum melakukan sesuatu, sering men-simulasi / mencari tahu terlebih dulu
- orang yang punya banyak ide dan plan
- kalo buntu dengan cara x, akan langsung pindah ke cara y dan ga akan nyerah
- good listener dan orang yang pinter dalam mendapatkan info
- tajam dalam mengkritik yang kadang2 melukai orang lain
- tidak suka memegang tanggung jawab, lebih suka menjadi 3rd person
- cepat dalam bekerja, tapi kalo ada gangguan sedikit aja, ga akan bisa konsentrasi
- sering lari dari masalah
- cenderung membeli barang sesuai kebutuhan dan ga menghambur2kan uang

Gaya Komunikasi dengan Orang Bergolongan Darah AB

Dengan karakter yang mudah berubah-ubah tergantung kondisi mood tertentu, orang-orang dengan golongan darah AB tentu masih dapat diambil ‘hatinya’ ketika kita berkomunikasi dengan mereka agar mencapai tujuan yang ingin kita raih. Gaya komunikasi yang perlu diterapkan adalah seperti tersebut di bawah ini:
  • Pertama-tama, ikuti dulu alur pembicaraan mereka.
  • Selanjutnya, berbicaralah secara tegas karena mereka mudah berubah-ubah.
  • Bicaralah tentang seni dan metafisika untuk memulai percakapan yang lebih panjang jika hal itu diinginkan.
  • Jika membuat janji, pastikan mereka memahaminya dan setuju.
  • Jangan ambil keputusan sepihak karena mereka termasuk orang yang suka menentukan sebuah keputusan secara sepihak. Diskusikanlah dengan sinergis.
  • Jangan terlalu banyak mengumbar kata dan janji karena mereka sulit mengingat, apa lagi menjalankan kewajiban yang semakin banyak.
Orang dengan golongan darah ini memang sedikit kurang beruntung di Jepang karena dianggap yang paling lemah dan tidak dapat dipercaya. Namun, hal ini tentu sangat kasuistis dan geografis. Hanya saja, dengan memahami karakteristik orang dengan golongan darah ini, banyak hal yang dapat dilakukan untuk tidak menuai kekecewaan nantinya di kemudian hari jika ternyata karakter itu benar adanya. Dan bagi mereka dengan golongan darah AB tentu dapat melakukan introspeksi diri untuk memperbaiki hal-hal negatif yang benar sesuai dengan penjelasan di atas.

Gol. Darah 0 / O
Orang-orang dengan golongan darah O adalah mereka yang tidak banyak ambil pusing, penuh semangat dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mereka adalah orang yang paling fleksibel di antara semua golongan darah yang ada. Mereka akan dengan cepat memulai sebuah proyek namun mengalami masalah ketika melanjutkannya dan tidak jarang banyak juga yang dengan mudah menyerah di tengah jalan. Mereka terkadang bertingkah dan tidak terlalu dapat dijadikan sandaran. Mereka selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka secara langsung. Mereka selalu jujur. Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Selain itu, orang-orang bergolongan darah O ini memiliki rasa percaya diri yang sungguh kuat. Di Jepang, golongan darah ini merupakan golongan darah rata-rata orang disana.

  • Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
  • Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat.
  • Mereka biasanya pemurah, senang berbuat kebajikan . Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
  • Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
  • mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
  • Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.
  • Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini dicintai.
- krn biasanya friendly dan punya leadership, biasanya sering menjadi leader di mana2
- walaupun merugikan dirinya sendiri, sering berkorban demi temen
- kalo udah membuat keputusan, ga akan stengah2 ngelaksanainnya
- biasanya orangnya suka ngobrol / ga pendiem - sifat dasarnya ga mau kalah, makanya sering berusaha extra utk menang
- suka ga mikir panjang, makanya akhirnya sering nyesel
- suka terlalu berhati2 kalo bertemen & ada kecenderungan membagi2 yg mana temen yg mana musuh
- kalo udah berpikir A, susah berubah. kalo ada yg beda pendapet biasanya tetep ngotot
- ga bisa nyembunyiin perasaan, terlalu jujur dalam omongan,tindakan dan expresi wajah
- pinter dalam hal keuangan (keluar masuknya uang)
Gaya Komunikasi dengan Orang Bergolongan Darah O

Ketika berhadapan dengan orang bergolongan darah O yang penuh semangat dan percaya diri, terus terang, optimistis, terkadang egois dan kreatif, hal-hal berikut dapat dijadikan pedoman:
  • Berbicaralah dengan semangat dan penuh vitalitas. Karena mereka kurang menyukai orang-orang yang terkesan lemah, letih, lesu, lemas, letoy, dan loyo yang dianggap tidak dapat mengikuti ritme mereka yang penuh dengan energi.
  • Jangan gunakan kata-kata negatif dan pesimis karena kelompok kata itu tidak terdapat dalam kamus mereka yang penuh dengan semangat positif dan optimis.
  • Ketika mengikat sebuah kontrak, pastikan dengan tegas bahwa mereka komit dengan apa yang telah disepakati dan dapat bertanggung jawab atas penyelesaiannya.
  • Berkatalah dengan jujur karena mereka juga demikian adanya. Sekali kebohongan terdeteksi, mereka tidak akan percaya lagi pada lain kesempatan.
  • Tunjukkan bahasa tubuh yang penuh keceriaan dan semangat.
Orang dengan golongan darah O paling suka berkomunikasi dengan mereka yang penuh semangat. Orang-orang yang tidak memiliki semangat hidup yang baik sulit menjadi teman dekat orang golongan ini. Karena mereka selalu semangat sejalan dengan vitalitas yang mereka miliki. Mereka akan dapat berkomunikasi berjam-jam dengan orang yang cocok dan dapat mengikuti ritme bicara mereka yang sangat optimistis dan motivatif.


Hal2 Unik lainnya:
*Yang paling gampang ngaret soal waktu :
1. B (krn nyantai terus)
2. O (krn flamboyan)
3. AB (krn gampang ganti program)
4. A (krn gagal dalam disiplin)
*Yg paling susah mentolerir kesalahan org :
1. A (krn perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
2. B (krn easy going tapi juga easy judging)
3. AB (krn asal beda)
4. O (easy judging tapi juga easy pardoning)
*Yg paling bisa dipercaya :
1. A (krn konsisten dan taat hukum)
2. O (demi menjaga balance)
3. B (demi menjaga kenikmatan hidup)
4. AB (mudah ganti frame of reference)
*Menurut survey, gol darah yg paling disukai utk jadi teman :
1. O (orangnya sportif)
2. A (selalu on time dan persis)
3. AB (kreatif)
4. B (tergantung mood)
*Kebalikannya, teman yg paling disebelin/tidak disukai:
1. B (egois, easy come easy go, maunya sendiri)
2. AB (double standard)
3. A (terlalu taat dan scrupulous)
4. O (sulit mengalah)


MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN :
*Yg paling mudah kesasar/tersesat :
1. B
2. A
3. O
4. AB
*Yg paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:
1.      (jago olah raga)
2.      A (persis dan matematis)
3.      B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat  jepang bergoldar B)
4.      AB (alergi pada setiap jenis olah raga)
*Yg paling banyak jadi direktur dan pemimpin :
1. O (krn berjiwa leadership dan problem-solver)
2. A (krn berpribadi “minute” dan teliti)
3. B (krn sensitif dan mudah ambil keputusan)
4. AB (krn kreatif dan suka ambil resiko)
*Yg paling gampang nabung :
1. A (suka menghitung bunga bank)
2. O (suka melihat prospek)
3. AB (menabung krn punya proyek)
4. B (baru menabung kalau punya uang banyak)
*Yg paling kuat ingatannya :
1. O (tergantung..saya lemot kalo disuruh ngapalin nama ma wajah orang tuh..heheh..)
2. AB
3. A
4. B
*Yg paling cocok jadi MC :
A (kaya planner berjalan)


MENYANGKUT KESEHATAN :
*Yg paling panjang umur :
1. O (gak gampang stress, antibody nya paling kuat)
2. A (hidup teratur)
3. B (mudah cari kompensasi stress)
4. AB (amburadul)
*Yg paling gampang gendut
1. O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)
2. B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)
3. A (hanya makan apa yg ada di piring, terpengaruh program diet)
4. AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)
*Paling gampang digigit nyamuk :
O (darahnya manis)
*Apa yg dibuat pada acara makan2 di sebuah pesta :
1. O (banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging2an)
2. A (ngambil yg berimbang. 4 sehat 5 sempurna)
3. B (suka ambil makanan yg banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso, dsb)
4. AB (hobby mencicipi semua masakan, “aji mumpung”)
*Yg tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :
1. B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
2. AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
3. A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
4. O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)
*Yg paling cepet tertidur :
1. B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)
2. O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah kena ngantuk)
3. AB (tergantung kehendak)
4 A (tergantung aturan dan orario)
*Penyakit yg mudah menyerang :
1. A (stress, majenun/linglung)
2. B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
3. O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
4. AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)
*Apa yg perlu dianjurkan agar tetap sehat :
1.      A (Krn terlalu perfeksionis maka nyantailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius)
2.      B (Krn terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur)
3.      O (Krn daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)
4.      AB (Krn gampang capek, maka perlu cari kegiatan yg menyenangkan dan bikin lega).
*Yg paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian)
1. A
2. B
3. O
4. AB


Sumber:
~ www.andriewongso.com;
- A
- B
- AB
- O
~ www.yauhui.net
~ anagustini.wordpress.com
~ radiografer.net
~ oretachi.wordpress.com
~ bilt4blog.wordpress.com

Golongan Darah dan Sifat Empunya

Sifat manusia dapat ditentukan oleh berbagai faktor di antaranya ras, suku, bangsa, makanan, adat dan kebiasaan, tanggal lahir, golongan darah, dan lain-lain. Sekarang kita akan melihat atau mengenal sifat manusia dari golongan darahnya, namun hal ini bukanlah bersifat mutlak karena banyak faktor lain yang menentukan sifat manusia. Bagaimanakah sifat manusia berdasarkan golongan darah yang dimilikinya?

Golongan darah A

Quote:
1. Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
2. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa diandalkan dan dipercaya namun keras kepala.
3. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
4. Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
5. Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
6. mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
7. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.


Golongan darah B

Quote:
1. Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
2. Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
3. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang dikerjakannya.
4. Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
5. Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada di dalam diri mereka.
6. Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.


Golongan darah O

Quote:
1. Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
2. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
3. Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
4. Mereka biasanya dicintai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
5. Di lain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
6. Mereka cenderung mudah dipengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.
7. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini dicintai.


Gologan darah AB

Quote:
1. Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
2. Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
3. Di samping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
4. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
5. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
6. Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.

Perkembangan Anak Balita


Tumbuh kembang bayi hingga satu tahun pertama melaju begitu pesat. Ia ingin menunjukkan siapa dirinya.
Satu hal yang paling menonjol di antara sekian banyak “prestasi” si kecil sepanjang satu tahun pertamanya, adalah perkembangan keterampilan motoriknya. Sebenarnya, perkembangan apa saja yang terjadi pada si kecil dari waktu ke waktu?

“Potensiku segudang”

Sebenarnya, rangkaian tumbuh kembang si kecil hingga dewasa merupakan proses perkembangan “kesadaran” dirinya. Artinya, sejalan dengan bertambahnya umur, setiap gerak yang dilakukan si kecil, bukan lagi gerak refleks, melainkan berupa gerakan yang sengaja dilakukan untuk suatu tujuan. Si kecil akan mengembangkan kemampuan menggerakkan organ tubuhnya, juga emosi dan pikirannya dengan kesadaran, karena ada maksud di balik setiap gerakan serta sikapnya.

Kemampuan dasar yang dipelajari si kecil di usia setahun antara lain, duduk, berdiri, berjalan, hingga berbicara. Kelak, keterampilan lain akan dikuasainya, seperti memakai baju hingga makan sendiri, misalnya. Aneka keterampilan dan kemampuan si kecil ini, sebenarnya mencakup tidak saja perkembangan motorik kasar dan halus, tetapi juga perkembangan kognitif, sosial dan emosi, serta berbahasa dan berbicara.

* Perkembangan motorik kasar

Ini adalah kemampuan si kecil dalam menggunakan otot-otot besar untuk melakukan gerakan “kasar.” Misalnya, bayi 6 bulan mulai mampu mengontrol otot-otot tubuhnya untuk melakukan gerakan duduk dengan bantuan bantalan penyangga. Atau, bayi setahun yang mampu berdiri sambil melangkah sedikit demi sedikit.

* Perkembangan motorik halus

Ini merupakan tahap kemampuan lebih lanjut dari perkembangan motorik kasar. Meningkatnya kemampuan si kecil mengontrol dan mengendalikan diri serta tubuhnya, memungkinkan dia untuk melakukan gerakan-gerakan yang lebih halus dengan menggunakan otot-otot yang lebih kecil. Contohnya, bayi usia 9 bulan yang mampu memegang sendok dan mengambil benda berukuran kecil dengan ibu jari dan telunjuknya.

* Perkembangan kognitif

Ini merupakan kemampuan si kecil untuk mempelajari, memahami, dan menyelesaikan suatu “masalah.” Misalnya, kemampuan yang biasanya dicapai bayi usia 2 bulan untuk mengeksplorasi lingkungan dengan menggunakan tangan dan matanya. Ini dapat dilakukan karena dia sudah mulai mampu belajar mengoordinasikan gerakan tangan dan matanya.

* Perkembangan sosial dan emosi

Ini adalah kemampuan si kecil untuk dapat berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, bayi usia 10 bulan akan membalas lambaian tangan “bye-bye” kita padanya.

* Perkembangan berbahasa dan berbicara

Ini merupakan tingkat kemampuan yang memungkinkan si kecil memahami sekaligus menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Kemampuan ini umumnya muncul ketika umur si kecil mencapai satu tahun.

“Aku makin pintar”

Cara si kecil menjalani kehidupan pada tahun-tahun pertamanya, tentu berbeda dengan cara kita sebagai orang dewasa dalam “melihat” dunia ini. Perkembangan keterampilan dan kemampuan dasar yang dikuasainya, berawal dari bentuk yang paling sederhana dan paling dekat dengan dirinya. Yakni, bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi dengan Anda dan pasangan, sebagai dua orang yang paling dekat.

Semakin besar dan bertambah usianya, secara bertahap si kecil pun memperluas lingkup interaksinya. Hal ini juga sejalan dengan makin bertambahnya kemampuan si kecil melakukan gerakan-gerakan yang terkendali dan disadari.

* Usia 0 - I,5 bulan

- Mulai mampu mengontrol gerakan otot-otot tubuhnya.
- Membutuhkan banyak bantuan Anda untuk belajar mengangkat dan menopang kepalanya dengan otot-otot lehernya.
- Menggerakkan tangan dan kakinya untuk menunjukkan bahwa ia tertarik dengan sesuatu yang ada di dekatnya.
- Bisa tiba-tiba menggerakkan tubuhnya seperti “kejang-kejang” dalam rangka belajar mengendalikan diri. Itu sebabnya Anda perlu hati-hati dan memegangnya cukup kuat saat menggendongnya.
- Ketika terjaga, berilah ia kesempatan belajar mengangkat kepalanya. Caranya, letakkan tubuhnya pada posisi telungkup, sehingga ‘memaksa’ si kecil berlatih mengangkat kepalanya.
- Lakukan face to face alias saling berpandangan muka dengannya, sesering mungkin

* Umur 1,5 - 3 bulan

- Mulai bisa belajar mengangkat kepalanya pada posisi telungkup.
- Mulai aktif belajar mengontrol dan mengendalikan gerakan otot tangan dan kakinya. Itu sebabnya, Anda akan melihat si kecil mampu meraih serta menggenggam benda-benda kecil yang Anda berikan padanya.

* Umur 3 - 6 bulan

Perkembangan motorik kasar:
- Mulai bisa mengangkat dan menahan kepalanya sendiri untuk beberapa saat lamanya.
- Bila dibaringkan telungkup, ia mampu menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya sambil bergerak maju.
- Mulai belajar mengguling-gulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
- Apabila ditaruh beberapa bantal di sekelilingnya sebagai pengganjal, ia akan belajar untuk duduk. Bantulah dengan mendudukkan dan menyandarkan tubuhnya pada bantal.

Perkembangan motorik halus:
- Mulai bisa menggunakan kedua tangannya untuk meraih dan menggenggam sebuah benda.
- Senang bermain dengan kedua tangannya.
- Dengan tangannya, ia asyik bermain dengan jari-jari kaki yang bisa diraihnya.
- Gemar memasukkan semua benda yang berhasil dipegangnya ke dalam mulut. Beginilah cara dia mengenal aneka jenis mainannya.

* Umur 6 - 9 bulan

Perkembangan motorik kasar:
- Mampu duduk sendiri tanpa bantuan.
- Mulai belajar merangkak.
- Mampu menggulingkan tubuhnya untuk berpindah tempat.
- Kalau Anda pegang pinggangnya, si kecil bersemangat untuk menggerakkan kedua kakinya, dan… belajar berjalan!

Perkembangan motorik halus:
- Mampu menggerakkan tangan dengan baik serta menggunakannya untuk mengeksplorasi benda-benda kecil di sekelilingnya.
- Mulai mengamati serta mempelajari bentuk dan ukuran benda yang dipegangnya.
- Mampu meraih dan memegang benda yang disukainya dengan satu atau dua kali upaya untuk meraihnya.
- Mulai bisa melihat, kemudian meraih dan memegang benda-benda berukuran kecil.
- Mulai belajar memegang cangkir minumnya.
- Mampu memindahkan benda yang dipegangnya dari satu tangan ke tangan yang lain.

* Umur 9 - 12 bulan

Perkembangan motorik kasar:
- Mampu merangkak ke sana ke mari.
- Semakin giat dan menunjukkan semangat belajar berjalan. Tak heran bila ia akan sering meraih tangan Anda, sebagai tanda meminta Anda untuk menahan tubuhnya karena ia ingin melangkahkan kaki-kaki mungilnya.
- Sudah bisa berpegangan pada tepi sofa atau meja sebagai upayanya untuk belajar berdiri.
- Di akhir tahun pertamanya, ia akan menunjukkan kemampuannya menggerakkan kaki dan melangkah sendiri untuk pertama kalinya.

Perkembangan motorik halus:
- Senang mengambil dan membuang benda, serta berlatih cara menjatuhkan benda dengan “baik”. Ia pun senang mengamati arah benda yang dijatuhkan itu
- Mulai belajar mengambil dan “bermain” dengan makanannya saat acara makan berlangsung.
- Mulai belajar menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil dan memegang benda-benda yang berukuran kecil.

Kenali si kecil

Agar tumbuh kembang si kecil berjalan optimal, jelas dibutuhkan dukungan orang tua. Salah satunya adalah dengan mengetahui dan memahami setiap tahapan perkembangan yang sedang dijalani si kecil. Dengan begitu, baik Anda dan pasangan akan mengetahui, apa saja yang tepat dan sesuai untuk Anda lakukan dalam upaya memberikan dukungan dan fasilitas kepadanya.

Sebagai contoh, saat si kecil memasuki tahapan senang memasukkan semua benda ke mulut, Anda dapat memberikan berbagai benda yang berukuran cukup besar, serta menjauhkan semua benda berukuran kecil. Tujuannya, agar si kecil tidak tersedak oleh benda kecil yang masuk ke dalam mulutnya. Nah, kunci untuk dapat mengetahui dengan tepat apa kebutuhan si kecil, kenali dirinya dengan baik!

semoga bermanfaat

Rabu, 18 Mei 2011

Pernikahan Islami

Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “Coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.
Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:
1. Mengenal calon pasangan hidup
Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang dijalani orang-orang yang tidak paham agama, sehingga mereka menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon pasangan hidup, kata mereka. Pacaran dan pertunangan haram hukumnya tanpa kita sangsikan.
Adapun mengenali calon pasangan hidup di sini maksudnya adalah mengetahui siapa namanya, asalnya, keturunannya, keluarganya, akhlaknya, agamanya dan informasi lain yang memang dibutuhkan. Ini bisa ditempuh dengan mencari informasi dari pihak ketiga, baik dari kerabat si lelaki atau si wanita ataupun dari orang lain yang mengenali si lelaki/si wanita.
Yang perlu menjadi perhatian, hendaknya hal-hal yang bisa menjatuhkan kepada fitnah (godaan setan) dihindari kedua belah pihak seperti bermudah-mudahan melakukan hubungan telepon, sms, surat-menyurat, dengan alasan ingin ta’aruf (kenal-mengenal) dengan calon suami/istri. Jangankan baru ta’aruf, yang sudah resmi meminang pun harus menjaga dirinya dari fitnah. Karenanya, ketika Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah ditanya tentang pembicaraan melalui telepon antara seorang pria dengan seorang wanita yang telah dipinangnya, beliau menjawab, “Tidak apa-apa seorang laki-laki berbicara lewat telepon dengan wanita yang telah dipinangnya, bila memang pinangannya telah diterima dan pembicaraan yang dilakukan dalam rangka mencari pemahaman sebatas kebutuhan yang ada, tanpa adanya fitnah. Namun bila hal itu dilakukan lewat perantara wali si wanita maka lebih baik lagi dan lebih jauh dari keraguan/fitnah. Adapun pembicaraan yang biasa dilakukan laki-laki dengan wanita, antara pemuda dan pemudi, padahal belum berlangsung pelamaran di antara mereka, namun tujuannya untuk saling mengenal, sebagaimana yang mereka istilahkan, maka ini mungkar, haram, bisa mengarah kepada fitnah serta menjerumuskan kepada perbuatan keji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوفًا
Maka janganlah kalian tunduk (lembut mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit dan ucapkanlah ucapan yang ma’ruf.” (Al-Ahzab: 32)
Seorang wanita tidak sepantasnya berbicara dengan laki-laki ajnabi kecuali bila ada kebutuhan dengan mengucapkan perkataan yang ma’ruf, tidak ada fitnah di dalamnya dan tidak ada keraguan (yang membuatnya dituduh macam-macam).” (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan 3/163-164)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
Ada beberapa hal yang disenangi bagi laki-laki untuk memerhatikannya:
- Wanita itu shalihah, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعَةٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَلِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita itu (menurut kebiasaan yang ada, pent.) dinikahi karena empat perkara, bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. Bila tidak, engkau celaka.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3620 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
-Wanita itu subur rahimnya. Tentunya bisa diketahui dengan melihat ibu atau saudara perempuannya yang telah menikah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ
Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur, karena aku berbangga-bangga di hadapan umat yang lain pada kiamat dengan banyaknya jumlah kalian.” (HR. An-Nasa`i no. 3227, Abu Dawud no. 1789, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa`ul Ghalil no. 1784)
-Wanita tersebut masih gadis1, yang dengannya akan dicapai kedekatan yang sempurna.
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma ketika memberitakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia telah menikah dengan seorang janda, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَهَلاَّ جَارِيَةً تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ؟
Mengapa engkau tidak menikah dengan gadis hingga engkau bisa mengajaknya bermain dan dia bisa mengajakmu bermain?!”
Namun ketika Jabir mengemukakan alasannya, bahwa ia memiliki banyak saudara perempuan yang masih belia, sehingga ia enggan mendatangkan di tengah mereka perempuan yang sama mudanya dengan mereka sehingga tak bisa mengurusi mereka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memujinya, “Benar apa yang engkau lakukan.” (HR. Al-Bukhari no. 5080, 4052 dan Muslim no. 3622, 3624)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ، فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيْرِ
Hendaklah kalian menikah dengan para gadis karena mereka lebih segar mulutnya, lebih banyak anaknya, dan lebih ridha dengan yang sedikit.” (HR. Ibnu Majah no. 1861, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 623)
2. Nazhar (Melihat calon pasangan hidup)
Seorang wanita pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghibahkan dirinya. Si wanita berkata:
ياَ رَسُوْلَ اللهِ، جِئْتُ أَهَبُ لَكَ نَفْسِي. فَنَظَرَ إِلَيْهَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَصَعَّدَ النَّظَرَ فِيْهَا وَصَوَّبَهُ، ثُمَّ طَأْطَأَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم رًأْسَهُ
Wahai Rasulullah! Aku datang untuk menghibahkan diriku kepadamu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melihat ke arah wanita tersebut. Beliau mengangkat dan menurunkan pandangannya kepada si wanita. Kemudian beliau menundukkan kepalanya. (HR. Al-Bukhari no. 5087 dan Muslim no. 3472)
Hadits ini menunjukkan bila seorang lelaki ingin menikahi seorang wanita maka dituntunkan baginya untuk terlebih dahulu melihat calonnya tersebut dan mengamatinya. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/215-216)
Oleh karena itu, ketika seorang sahabat ingin menikahi wanita Anshar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatinya:
انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ الْأَنْصَارِ شَيْئًا، يَعْنِي الصِّغَرَ
Lihatlah wanita tersebut, karena pada mata orang-orang Anshar ada sesuatu.” Yang beliau maksudkan adalah mata mereka kecil. (HR. Muslim no. 3470 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Demikian pula ketika Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu meminang seorang wanita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah melihat wanita yang kau pinang tersebut?” “Belum,” jawab Al-Mughirah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا
Lihatlah wanita tersebut, karena dengan seperti itu akan lebih pantas untuk melanggengkan hubungan di antara kalian berdua (kelak).” (HR. An-Nasa`i no. 3235, At-Tirmidzi no.1087. Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 96)
Al-Imam Al-Baghawi rahimahullahu berkata, “Dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Al-Mughirah radhiyallahu ‘anhu: “Apakah engkau telah melihat wanita yang kau pinang tersebut?” ada dalil bahwa sunnah hukumnya ia melihat si wanita sebelum khitbah (pelamaran), sehingga tidak memberatkan si wanita bila ternyata ia membatalkan khitbahnya karena setelah nazhar ternyata ia tidak menyenangi si wanita.” (Syarhus Sunnah 9/18)
Bila nazhar dilakukan setelah khitbah, bisa jadi dengan khitbah tersebut si wanita merasa si lelaki pasti akan menikahinya. Padahal mungkin ketika si lelaki melihatnya ternyata tidak menarik hatinya lalu membatalkan lamarannya, hingga akhirnya si wanita kecewa dan sakit hati. (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/214)
Sahabat Muhammad bin Maslamah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku meminang seorang wanita, maka aku bersembunyi untuk mengintainya hingga aku dapat melihatnya di sebuah pohon kurmanya.” Maka ada yang bertanya kepada Muhammad, “Apakah engkau melakukan hal seperti ini padahal engkau adalah sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Kata Muhammad, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا أَلْقَى اللهُ فيِ قَلْبِ امْرِئٍ خِطْبَةَ امْرَأَةٍ، فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا
Apabila Allah melemparkan di hati seorang lelaki (niat) untuk meminang seorang wanita maka tidak apa-apa baginya melihat wanita tersebut.” (HR. Ibnu Majah no. 1864, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Ibni Majah dan Ash-Shahihah no. 98)
Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata, “Boleh melihat wanita yang ingin dinikahi walaupun si wanita tidak mengetahuinya ataupun tidak menyadarinya.” Dalil dari hal ini sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً، فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا إِذَا كَانَ إِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَيْهَا لِخِطْبَتِهِ، وَإِنْ كَانَتْ لاَ تَعْلَمُ
Apabila seorang dari kalian ingin meminang seorang wanita, maka tidak ada dosa baginya melihat si wanita apabila memang tujuan melihatnya untuk meminangnya, walaupun si wanita tidak mengetahui (bahwa dirinya sedang dilihat).” (HR. Ath-Thahawi, Ahmad 5/424 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jamul Ausath 1/52/1/898, dengan sanad yang shahih, lihat Ash-Shahihah 1/200)
Pembolehan melihat wanita yang hendak dilamar walaupun tanpa sepengetahuan dan tanpa seizinnya ini merupakan pendapat yang dipegangi jumhur ulama.
Adapun Al-Imam Malik rahimahullahu dalam satu riwayat darinya menyatakan, “Aku tidak menyukai bila si wanita dilihat dalam keadaan ia tidak tahu karena khawatir pandangan kepada si wanita terarah kepada aurat.” Dan dinukilkan dari sekelompok ahlul ilmi bahwasanya tidak boleh melihat wanita yang dipinang sebelum dilangsungkannya akad karena si wanita masih belum jadi istrinya. (Al-Hawil Kabir 9/35, Syarhul Ma’anil Atsar 2/372, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim 9/214, Fathul Bari 9/158)
Haramnya berduaan dan bersepi-sepi tanpa mahram ketika nazhar (melihat calon)
Sebagai catatan yang harus menjadi perhatian bahwa ketika nazhar tidak boleh lelaki tersebut berduaan saja dan bersepi-sepi tanpa mahram (berkhalwat) dengan si wanita. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 3259)
Karenanya si wanita harus ditemani oleh salah seorang mahramnya, baik saudara laki-laki atau ayahnya. (Fiqhun Nisa` fil Khithbah waz Zawaj, hal. 28)
Bila sekiranya tidak memungkinkan baginya melihat wanita yang ingin dipinang, boleh ia mengutus seorang wanita yang tepercaya guna melihat/mengamati wanita yang ingin dipinang untuk kemudian disampaikan kepadanya. (An-Nazhar fi Ahkamin Nazhar bi Hassatil Bashar, Ibnul Qaththan Al-Fasi hal. 394, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/214, Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/280)
Batasan yang boleh dilihat dari seorang wanita
Ketika nazhar, boleh melihat si wanita pada bagian tubuh yang biasa tampak di depan mahramnya. Bagian ini biasa tampak dari si wanita ketika ia sedang bekerja di rumahnya, seperti wajah, dua telapak tangan, leher, kepala, dua betis, dua telapak kaki dan semisalnya. Karena adanya hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَي مَا يَدْعُوهُ إِلىَ نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ
Bila seorang dari kalian meminang seorang wanita, lalu ia mampu melihat dari si wanita apa yang mendorongnya untuk menikahinya, maka hendaklah ia melakukannya.” (HR. Abu Dawud no. 2082 dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 99)
Di samping itu, dilihat dari adat kebiasaan masyarakat, melihat bagian-bagian itu bukanlah sesuatu yang dianggap memberatkan atau aib. Juga dilihat dari pengamalan yang ada pada para sahabat. Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma ketika melamar seorang perempuan, ia pun bersembunyi untuk melihatnya hingga ia dapat melihat apa yang mendorongnya untuk menikahi si gadis, karena mengamalkan hadits tersebut. Demikian juga Muhammad bin Maslamah radhiyallahu ‘anhu sebagaimana telah disinggung di atas. Sehingga cukuplah hadits-hadits ini dan pemahaman sahabat sebagai hujjah untuk membolehkan seorang lelaki untuk melihat lebih dari sekadar wajah dan dua telapak tangan2.
Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahullahu berkata, “Sisi kebolehan melihat bagian tubuh si wanita yang biasa tampak adalah ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan melihat wanita yang hendak dipinang dengan tanpa sepengetahuannya. Dengan demikian diketahui bahwa beliau mengizinkan melihat bagian tubuh si wanita yang memang biasa terlihat karena tidak mungkin yang dibolehkan hanya melihat wajah saja padahal ketika itu tampak pula bagian tubuhnya yang lain, tidak hanya wajahnya. Karena bagian tubuh tersebut memang biasa terlihat. Dengan demikian dibolehkan melihatnya sebagaimana dibolehkan melihat wajah. Dan juga karena si wanita boleh dilihat dengan perintah penetap syariat berarti dibolehkan melihat bagian tubuhnya sebagaimana yang dibolehkan kepada mahram-mahram si wanita.” (Al-Mughni, fashl Ibahatun Nazhar Ila Wajhil Makhthubah)
Memang dalam masalah batasan yang boleh dilihat ketika nazhar ini didapatkan adanya perselisihan pendapat di kalangan ulama3.
3. Khithbah (peminangan)
Seorang lelaki yang telah berketetapan hati untuk menikahi seorang wanita, hendaknya meminang wanita tersebut kepada walinya.
Apabila seorang lelaki mengetahui wanita yang hendak dipinangnya telah terlebih dahulu dipinang oleh lelaki lain dan pinangan itu diterima, maka haram baginya meminang wanita tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
لاَ يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ حَتَّى يَنْكِحَ أَوْ يَتْرُكَ
Tidak boleh seseorang meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya hingga saudaranya itu menikahi si wanita atau meninggalkannya (membatalkan pinangannya).” (HR. Al-Bukhari no. 5144)
Dalam riwayat Muslim (no. 3449) disebutkan:
الْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ، فَلاَ يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَبْتَاعَ عَلى بَيْعِ أَخِيْهِ وَلاَ يَخْطُبَ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ حَتَّى يَذَرَ
Seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lain. Maka tidaklah halal baginya menawar barang yang telah dibeli oleh saudaranya dan tidak halal pula baginya meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya hingga saudaranya meninggalkan pinangannya (membatalkan).”
Perkara ini merugikan peminang yang pertama, di mana bisa jadi pihak wanita meminta pembatalan pinangannya disebabkan si wanita lebih menyukai peminang kedua. Akibatnya, terjadi permusuhan di antara sesama muslim dan pelanggaran hak. Bila peminang pertama ternyata ditolak atau peminang pertama mengizinkan peminang kedua untuk melamar si wanita, atau peminang pertama membatalkan pinangannya maka boleh bagi peminang kedua untuk maju. (Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/282)
Setelah pinangan diterima tentunya ada kelanjutan pembicaraan, kapan akad nikad akan dilangsungkan. Namun tidak berarti setelah peminangan tersebut, si lelaki bebas berduaan dan berhubungan dengan si wanita. Karena selama belum akad keduanya tetap ajnabi, sehingga janganlah seorang muslim bermudah-mudahan dalam hal ini. (Fiqhun Nisa fil Khithbah waz Zawaj, hal. 28)
Jangankan duduk bicara berduaan, bahkan ditemani mahram si wanita pun masih dapat mendatangkan fitnah. Karenanya, ketika Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu dimintai fatwa tentang seorang lelaki yang telah meminang seorang wanita, kemudian di hari-hari setelah peminangan, ia biasa bertandang ke rumah si wanita, duduk sebentar bersamanya dengan didampingi mahram si wanita dalam keadaan si wanita memakai hijab yang syar’i. Berbincanglah si lelaki dengan si wanita. Namun pembicaraan mereka tidak keluar dari pembahasan agama ataupun bacaan Al-Qur`an. Lalu apa jawaban Syaikh rahimahullahu? Beliau ternyata berfatwa, “Hal seperti itu tidak sepantasnya dilakukan. Karena, perasaan pria bahwa wanita yang duduk bersamanya telah dipinangnya secara umum akan membangkitkan syahwat. Sementara bangkitnya syahwat kepada selain istri dan budak perempuan yang dimiliki adalah haram. Sesuatu yang mengantarkan kepada keharaman, hukumnya haram pula.” (Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin, 2/748)
Yang perlu diperhatikan oleh wali
Ketika wali si wanita didatangi oleh lelaki yang hendak meminang si wanita atau ia hendak menikahkan wanita yang di bawah perwaliannya, seharusnya ia memerhatikan perkara berikut ini:
-Memilihkan suami yang shalih dan bertakwa. Bila yang datang kepadanya lelaki yang demikian dan si wanita yang di bawah perwaliannya juga menyetujui maka hendaknya ia menikahkannya karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ
Apabila datang kepada kalian (para wali) seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita kalian) maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. At-Tirmidzi no. 1084, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 1868, Ash-Shahihah no. 1022)
-Meminta pendapat putrinya/wanita yang di bawah perwaliannya dan tidak boleh memaksanya.
Persetujuan seorang gadis adalah dengan diamnya karena biasanya ia malu. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata menyampaikan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لاَ تُنْكَحُ الْأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلاَ تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ. قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ إِذْنُهَا؟ قَالَ: أَنْ تَسْكُتَ
Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah/dimintai pendapat dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah! Bagaimana izinnya seorang gadis?” “Izinnya dengan ia diam,” jawab beliau. (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 3458)
4. Akad nikah
Akad nikah adalah perjanjian yang berlangsung antara dua pihak yang melangsungkan pernikahan dalam bentuk ijab dan qabul.
Ijab adalah penyerahan dari pihak pertama, sedangkan qabul adalah penerimaan dari pihak kedua. Ijab dari pihak wali si perempuan dengan ucapannya, misalnya: “Saya nikahkan anak saya yang bernama si A kepadamu dengan mahar sebuah kitab Riyadhus Shalihin.”
Qabul adalah penerimaan dari pihak suami dengan ucapannya, misalnya: “Saya terima nikahnya anak Bapak yang bernama si A dengan mahar sebuah kitab Riyadhus Shalihin.”
Sebelum dilangsungkannya akad nikah, disunnahkan untuk menyampaikan khutbah yang dikenal dengan khutbatun nikah atau khutbatul hajah. Lafadznya sebagai berikut:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَلاَّ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. (آل عمران: 102)
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. (النساء: 1)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. (الأحزاب: 70-71)
5. Walimatul ‘urs
Melangsungkan walimah ‘urs hukumnya sunnah menurut sebagian besar ahlul ilmi, menyelisihi pendapat sebagian mereka yang mengatakan wajib, karena adanya perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu ketika mengabarkan kepada beliau bahwa dirinya telah menikah:
أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ
Selenggarakanlah walimah walaupun dengan hanya menyembelih seekor kambing4.” (HR. Al-Bukhari no. 5167 dan Muslim no. 3475)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya seperti dalam hadits Anas radhiyallahu ‘anhu disebutkan:
مَا أَوْلَمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلىَ شَيْءٍ مِنْ نِسَائِهِ مَا أَوْلَمَ عَلىَ زَيْنَبَ، أَوْلَمَ بِشَاةٍ
Tidaklah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya dengan sesuatu yang seperti beliau lakukan ketika walimah dengan Zainab. Beliau menyembelih kambing untuk acara walimahnya dengan Zainab.” (HR. Al-Bukhari no. 5168 dan Muslim no. 3489)
Walimah bisa dilakukan kapan saja. Bisa setelah dilangsungkannya akad nikah dan bisa pula ditunda beberapa waktu sampai berakhirnya hari-hari pengantin baru. Namun disenangi tiga hari setelah dukhul, karena demikian yang dinukilkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Shafiyyah radhiyallahu ‘anha dan beliau jadikan kemerdekaan Shafiyyah sebagai maharnya. Beliau mengadakan walimah tiga hari kemudian.” (Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata dalam Adabuz Zafaf hal. 74: “Diriwayatkan Abu Ya’la dengan sanad yang hasan sebagaimana dalam Fathul Bari (9/199) dan ada dalam Shahih Al-Bukhari secara makna.”)
Hendaklah yang diundang dalam acara walimah tersebut orang-orang yang shalih, tanpa memandang dia orang kaya atau orang miskin. Karena kalau yang dipentingkan hanya orang kaya sementara orang miskinnya tidak diundang, maka makanan walimah tersebut teranggap sejelek-jelek makanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ، يُدْعَى إِلَيْهَا اْلأَغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الْمَسَاكِيْنُ
Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana yang diundang dalam walimah tersebut hanya orang-orang kaya sementara orang-orang miskin tidak diundang.” (HR. Al-Bukhari no. 5177 dan Muslim no. 3507)
Pada hari pernikahan ini disunnahkan menabuh duff (sejenis rebana kecil, tanpa keping logam di sekelilingnya -yang menimbulkan suara gemerincing-, ed.) dalam rangka mengumumkan kepada khalayak akan adanya pernikahan tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَصْلُ مَا بَيْنَ الْحَلاَلِ وَالْحَرَامِ الدُّفُّ وَالصَّوْتُ فِي النِّكَاحِ
Pemisah antara apa yang halal dan yang haram adalah duff dan shaut (suara) dalam pernikahan.” (HR. An-Nasa`i no. 3369, Ibnu Majah no. 1896. Dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 1994)
Adapun makna shaut di sini adalah pengumuman pernikahan, lantangnya suara dan penyebutan/pembicaraan tentang pernikahan tersebut di tengah manusia. (Syarhus Sunnah 9/47,48)
Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu menyebutkan satu bab dalam Shahih-nya, “Menabuh duff dalam acara pernikahan dan walimah” dan membawakan hadits Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha yang mengisahkan kehadiran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam pernikahannya. Ketika itu anak-anak perempuan memukul duff sembari merangkai kata-kata menyenandungkan pujian untuk bapak-bapak mereka yang terbunuh dalam perang Badr, sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengarkannya. (HR. Al-Bukhari no. 5148)
Dalam acara pernikahan ini tidak boleh memutar nyanyian-nyanyian atau memainkan alat-alat musik, karena semua itu hukumnya haram.
Disunnahkan bagi yang menghadiri sebuah pernikahan untuk mendoakan kedua mempelai dengan dalil hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّّ صلى الله عليه وسلم كاَنَ إِذَا رَفَّأَ اْلإِنْسَاَن، إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila mendoakan seseorang yang menikah, beliau mengatakan: ‘Semoga Allah memberkahi untukmu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan’.” (HR. At-Tirmidzi no. 1091, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)
6. Setelah akad
Ketika mempelai lelaki telah resmi menjadi suami mempelai wanita, lalu ia ingin masuk menemui istrinya maka disenangi baginya untuk melakukan beberapa perkara berikut ini:
Pertama: Bersiwak terlebih dahulu untuk membersihkan mulutnya karena dikhawatirkan tercium aroma yang tidak sedap dari mulutnya. Demikian pula si istri, hendaknya melakukan yang sama. Hal ini lebih mendorong kepada kelanggengan hubungan dan kedekatan di antara keduanya. Didapatkan dari perbuatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersiwak bila hendak masuk rumah menemui istrinya, sebagaimana berita dari Aisyah radhiyallahu ‘anha (HR. Muslim no. 590).
Kedua: Disenangi baginya untuk menyerahkan mahar bagi istrinya sebagaimana akan disebutkan dalam masalah mahar dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.
Ketiga: Berlaku lemah lembut kepada istrinya, dengan semisal memberinya segelas minuman ataupun yang semisalnya berdasarkan hadits Asma` bintu Yazid bin As-Sakan radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku mendandani Aisyah radhiyallahu ‘anha untuk dipertemukan dengan suaminya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah selesai aku memanggil Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melihat Aisyah. Beliau pun datang dan duduk di samping Aisyah. Lalu didatangkan kepada beliau segelas susu. Beliau minum darinya kemudian memberikannya kepada Aisyah yang menunduk malu.” Asma` pun menegur Aisyah, “Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah pun mengambilnya dan meminum sedikit dari susu tersebut.” (HR. Ahmad, 6/438, 452, 458 secara panjang dan secara ringkas dengan dua sanad yang saling menguatkan, lihat Adabuz Zafaf, hal. 20)
Keempat: Meletakkan tangannya di atas bagian depan kepala istrinya (ubun-ubunnya) sembari mendoakannya, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا وَلْيُسَمِّ اللهَ عز وجل وَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ وَلْيَقُلْ: اللّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Apabila salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, mendoakan keberkahan dan mengatakan: ‘Ya Allah, aku meminta kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan/tabiatkan dia di atasnya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang Engkau ciptakan/tabiatkan dia di atasnya’.” (HR. Abu Dawud no. 2160, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Abi Dawud)
Kelima: Ahlul ‘ilmi ada yang memandang setelah dia bertemu dan mendoakan istrinya disenangi baginya untuk shalat dua rakaat bersamanya. Hal ini dinukilkan dari atsar Abu Sa’id maula Abu Usaid Malik bin Rabi’ah Al-Anshari. Ia berkata: “Aku menikah dalam keadaan aku berstatus budak. Aku mengundang sejumlah sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antara mereka ada Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhum. Lalu ditegakkan shalat, majulah Abu Dzar untuk mengimami. Namun orang-orang menyuruhku agar aku yang maju. Ketika aku menanyakan mengapa demikian, mereka menjawab memang seharusnya demikian. Aku pun maju mengimami mereka dalam keadaan aku berstatus budak. Mereka mengajariku dan mengatakan, “Bila engkau masuk menemui istrimu, shalatlah dua rakaat. Kemudian mintalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kebaikannya dan berlindunglah dari kejelekannya. Seterusnya, urusanmu dengan istrimu.” (Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, demikian pula Abdurrazzaq. Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata dalam Adabuz Zafaf hal. 23, “Sanadnya shahih sampai ke Abu Sa’id”).
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
1 Namun bukan berarti janda terlarang baginya, karena dari keterangan di atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperkenankan Jabir radhiyallahu ‘anhu memperistri seorang janda. Juga, semua istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dinikahi dalam keadaan janda, kecuali Aisyah rad..
3 Bahkan Al-Imam Ahmad rahimahullahu sampai memiliki beberapa riwayat dalam masalah ini, di antaranya:
Pertama: Yang boleh dilihat hanya wajah si wanita saja.
Kedua: Wajah dan dua telapak tangan. Sebagaimana pendapat ini juga dipegangi oleh Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Syafi’iyyah.
Ketiga: Boleh dilihat bagian tubuhnya yang biasa tampak di depan mahramnya dan bagian ini biasa tampak dari si wanita ketika ia sedang bekerja di rumahnya seperti wajah, dua telapak tangan, leher, kepala, dua betis, dua telapak kaki, dan semisalnya. Tidak boleh dilihat bagian tubuhnya yang biasanya tertutup seperti bagian dada, punggung, dan semisal keduanya.
Keempat: Seluruh tubuhnya boleh dilihat, selain dua kemaluannya. Dinukilkan pendapat ini dari Dawud Azh-Zhahiri.
Kelima: Boleh melihat seluruh tubuhnya tanpa pengecualian. Pendapat ini dipegangi pula oleh Ibnu Hazm dan dicondongi oleh Ibnu Baththal serta dinukilkan juga dari Dawud Azh-Zhahiri.
PERHATIAN: Tentang pendapat Dawud Azh-Zhahiri di atas, Al-Imam An-Nawawi berkata bahwa pendapat tersebut adalah suatu kesalahan yang nyata, yang menyelisihi prinsip Ahlus Sunnah. Ibnul Qaththan menyatakan: “Ada pun sau`atan (yakni qubul dan dubur) tidak perlu dikaji lagi bahwa keduanya tidak boleh dilihat. Apa yang disebutkan bahwa Dawud membolehkan melihat kemaluan, saya sendiri tidak pernah melihat pendapatnya secara langsung dalam buku murid-muridnya. Itu hanya sekedar nukilan dari Abu Hamid Al-Isfirayini. Dan telah saya kemukakan dalil-dalil yang melarang melihat aurat.”
Sulaiman At-Taimi berkata: “Bila engkau mengambil rukhshah (pendapat yang ringan) dari setiap orang alim, akan terkumpul pada dirimu seluruh kejelekan.”
Ibnu Abdilbarr berkata mengomentari ucapan Sulaiman At-Taimi di atas: “Ini adalah ijma’ (kesepakatan ulama), aku tidak mengetahui adanya perbedaan dalam hal ini.” (Shahih Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, hal. 359)
Selain itu ada pula pendapat berikutnya yang bukan merupakan pendapat Al-Imam Ahmad:
Keenam: Boleh melihat wajah, dua telapak tangan dan dua telapak kaki si wanita, demikian pendapat Abu Hanifah dalam satu riwayat darinya.
Ketujuh: Boleh dilihat dari si wanita sampai ke tempat-tempat daging pada tubuhnya, demikian kata Al-Auza’i. (An-Nazhar fi Ahkamin Nazhar hal. 392,393, Fiqhun Nazhar hal. 77,78)
Al-Imam Al-Albani rahimahullahu menyatakan bahwa riwayat yang ketiga lebih mendekati zahir hadits dan mencocoki apa yang dilakukan oleh para sahabat. (Ash-Shahihah, membahas hadits no. 99)
4 Bagi orang yang punya kelapangan tentunya, sehingga jangan dipahami bahwa walimah harus dengan memotong kambing. Setiap orang punya kemampuan yang berbeda. (Syarhus Sunnah 9/135)
Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam walimah atas pernikahannya dengan Shafiyyah, yang terhidang hanyalah makanan yang terbuat dari tepung dicampur dengan minyak samin dan keju (HR. Al-Bukhari no. 5169).
Sehingga hal ini menunjukkan boleh walimah tanpa memotong sembelihan. Wallahu ‘alam bish-shawab.
Dikutip dari http://Asysyariah.com Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim, Judul: Proses Syar’i Sebuah Pernikahan