Nasihat-nasihat ini penulis ambil dari buku yang penulis baca, salah satunya dari buku karya Adil Abdul Mun’im Abu Abbas “Ketika Menikah jadi Pilihan (2008)”. Berikut ini yang dapat penulis share :
Anak-anak muslim sangat membutuhkan orang tua yang mengerti hal anak dan mau memberikannya.
Kepada orang tua, biasakan anakmu dengan etika dan kehormatan. Jauhkan ucapan mereka dari hal yang keji dan penghianatan. Sesungguhnya mencelah agama adalah haram, sedangkan menuduh orang lain adalah kemungkaran dan kejahatan. Ajarkan kepada mereka tentang halal, haram, sifat-sifat keutamaan, dan sifat-sifat keagungan. Ambillah hikmah dari ucapan orang bijak, sampaikan hikmah itu kepada anak-anak. Jangan membedakan anak laki-laki dan anak perempuan, sebab keduanya adalah anigerah Allah.
Nasihat seorang bapak tidak hanya pada waktu tertentu saja. Jika nasihat terhenti maka kemungkinan yang menjadi penyebab adalah sikap tidak acuh kepada orang tua, serta ketidak pedulian terhadap perintah Allah yang berkaitan dengan meneliharaan, perlindungan, pendidikan, dan perhatian. Salah satu cirri bapak yang saleh adalah memberikan nasihat yang baik kepada anknya.
1. Nasihat seorang bapak kepada anaknya
As-Sahrudi memberi nasihat yang sangat bijak kepada anaknya:
Anakku, orang yang tidak setia dianggap tidak berakal, orang yang tidak jujur diangap tidak berkepribadian, orang yang tidak memiliki hasrat dianggap tidak berilmu, orang yang tidak memiliki rasa malu diangap tidak mulia, orang yang tidak memiliki taufiq dianggap tidak bertaubat. Tidak ada simpanan yang lebih bermanfaat dibanding ilmu, tidak ada kekayaan yang lebih menguntungkan dibanding kesabaran, tidak ada nilai yang lebih tinggi dibanding etika, tidak ada kawan yang lebih cerdas sibanding akal, tidak ada bukti yang lebih jelas dibanding kematian, tidak ada kemuliaan yang lebih bermanfaat dibanding meninggalkan maksiat, tidak ada beban yang lebih berat dibanding utang, tidak ada ibadah yang lebih utama dibanding diam, tidak ada keburukan yang lebih buruk dibanding kebohongan, tidak ada kesombongan yang lebih besar dibanding kedunguan, tidak ada kemiskinan yang lebih berbahaya dibanding kebodohan, tidak ada kehinaan yang lebih hina dibanding ketamakan, tidak ada cela yang lebih buruk dibanding kebakhilan, dan tidak ada kekayaan yang lebih bernilai dibanding qana’ah (kapuasan).
Anakku, barang siapa melihat aib orang lain maka dia memperbesar kehinaan dirinya, dan barang siapa menghunus pedang kezaliman maka dia akan terbunuh olehnya, dan barang siapa menggali lubang untuk orang maka dia akan terperosok ke dalamnya.
Anakku, barang siapa menentang kebenaran maka dia akan hancur, barang siapa sengaja merusak aurat seorang muslim maka auratnya akan dirusak Allah, barang siapa kagum dengan pendapatnya sendiri maka dia akan tersesat, dan barang siapa sombong kepada manusia dia maka dia akan menjadi hina. Barang siapa bermusyawarah maka dia tidak akan pernah menyesal, barang siapa bergaul dengan ilmuwan maka dia akan menjadi pintar, barang siapa tidak banyak bicara maka dia akan mendapat pujian, barang siapa suka berbohong maka dia tidak akan dipecaya siapa pun, barang siapa yang mengikuti hawa nafsunya maka dia akan celaka, dan barang siapa yang tidak menghormati orang lain maka samakanlah dia dengan hewan.
Anakku, sesungguhnya aku telah merasakan segala macam kenikmatan, tapi aku tidak pernah mendapat sesuatu yang lebih nikmat daripada kesehatan. Aku pernah merasakan semua kepahitan tetapi aku belum pernah mendapatkan sesuatu yang lebih pahit daripada kebutuhan terhadap manusia. Aku pernah menindahkan besi dan batu, tetapi aku tidak pernah mengdapatkan yang lebih berat daripada utang.
Anakku, jika engkau didekati suatu kaum maka tutuplah matamu dari kelemahan-kelamahan mereka, dan barang siapa berbuat buruk kepadamu balaslah dengan perbuatan baik.
Anakku, tanamkanlah kebaikan maka engkau akan menuai kebaikan yang banyak. Bergaullah dengan orang-orang terhormat dan jauhilah orang-orang jahat, karena jika engkau bergaul dengan orang-orang terhormat maka derajatmu akan terangkat, jika engkau dizalimi maka engkau akan ditolong mereka, dan jika engkau bicara maka mereka akan medengarkanmu. Sebaliknya, jika engkau bergul dengan orang-orang jahat maka engkau akan dikhianati, jika mereka engetahui rahasiamu maka engkau akan dihinakan, dan jika engkau tidak dibutuhkan maka engkau akan ditinggalkan.
Anakku, engkau harus menyesali dosa, emngingat Allah pada pagi dan malam hari, dan bershalawatlah atas Nabi Muhammad saw.
Anakku, lihatlah untuk orang-orang yang berada di bawahmu dalam masalah kekayaan, dan lihatlah kepada siapa yang berada di atasmu dalam masalah agama.
2. Nasihat seorang pemimpin kepada anaknnya
Umar bin Khatab pernah menulis surat kepada putranya, Abdullah, ketika dia akan berpergian jauh. Setelah memuji dan mnyanjung Allah, dia mengatakan, “Sesunguhnya siapa saja yang bertakwa kepada Allah, maka dia akan dijaga. Barang siapa bertawakal keapda-Nya, maka dia akan diberi kecukupan. Barang siapa bersyukur keapda-Nya, maka akan ditambahkan nikmat kepadanya. Dan barang siapa mengerjakan kebaikan, maka dia akan diberi balasan. Oleh karena itu, jadikan kebaikan sebagai cahaya pandanganmu dan tulang punggungmu. Seseorang tidak dianggap beramal jika tidak berniat, tidak diberi balasan jika tidak memiliki kebaikan, dan tidak dianggap baru jika tidak berkarya.”
3. Nasihat seorang ibu kepada anaknnya
Seorang ahli ibadah dari Basrah, Ibban bin Taghlub pernah mendengar seorang wanita Badui memberikan nasihat kepada anaknya yang akan melakukan perjalanan. Wanita itu berkata, “Anakku, jauhilah adu domba karena sifat itu menanamkan kebencian dan memisahkan orang yang saling mencintai. Dan jauhilah penyebaran aib orang lain sehinga engkau tidak menjadi sasaran. Tidak sedikit panah yang dibidikkan ke sasaran tetapi justru melukai orang yang melepaskannya. Dan akhirnya akan melemahkan kekutannya yang tangguh. Jangan bersifat dermawan dengan agamamu dan kikir dengan kekayaanmu. Jika ingin bertanya, bertanyalah kepada ahlinya, maka dia akan menjawab pertanyaanmu. Dan janganlah bertanya kepada orang yang tercela yang tidak mengerti apa-apa, sebab dia adalah batu yang tidak bias memancarkan air. Umpamakan dirimu seperti perbuatan baik yang engkau minta dari orang lain, lalu kerjakan, atau seperti perbuatan buruk yang kamu terima dari orang lain, lalu kamu jauhi. Sesungguhnya seseorang tidak dapat melihat aib dirinya. Barang siapa cintanya menjadi landasan hidup, tetapi perbuatannya bertentangan dengan hal itu, maka terhadap dirinya rekannya seperti tiupan angina.”
4. Nasihat seorang ibu untuk putrinya yang mau menikah
Pesan Asma binti Kharijah, istri Auf asy-Syaibani, kepada anak gadisnya sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Peasn itu berisi prinsip-prisnsip hubungan suami-istri dank ode etik luhur yang harus dimiliki setiap gadis muslimah yang akan memasuki jenjang kehidupan rumah tangga.
“Wahai putri q, seandainya wasiat boleh ditinggalkan karena keutamaan suatu etika (formalitas) aku tidak akan menyamapikan kepadamu. Tetapi nasihat merupakan peringatan bagi orang yang lengah dan bantuan bagi orang yang berakal. Seandainya seorang wanita tidak memerlukan pasangan hidup, maka akulah orang yang paling tidak membutuhkan pasangan hidup. Tetapi wanita itu diciptakan sebagai pasangan pria, dan pria sebagai pasangan wanita.
Wahai putriku, engkau sekarang telah meninggalkan udara di mana engkau dilahirkan, dan telah jauh dari tempat tingal di mana engkau tumbuh besar, menuju dunia yang engkau beleum mengetahuinya, dan mendapatkan seorang teman yang engkau belum pernah menganalnya.
Dengan memilikimu, dia akan menjadi raja bagimu. Maka jadilah engkau hamba sahaya baginya, sehingga dia akan menjadi ham-ba sahaya bagimu. Peganglah sepuluh perkara sebagai bekal pengingat bagimu.
Pertama dan kedua, temanilah dia dengan penuh kepuasan, dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya. Karena sesungguhnya dalam kepuasan itu terdapat ketenangan hati, dan dalam pendengaran serta ketaatan itu terletak ridha Sang Ilahi.
Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu. Dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai sesuatu yang buruk (selalu tampil cantik di depan suami). Sesungguhnya celak merupakan sesuatu yang baik dari segala yang ada, sedangkan minyak wangi merupakan sesuatu yang paling harum yang dicari setiap orang.
Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya, dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur. Karena, sesunguhnya perihal lapar menjadikan nafsu bergejolak, sedangkan kegaduhan yang mengganggu tidur menyebabkan kemurkaan.
Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat dan keluarganya. Dan jagalah harta kekayaannya, karena sesungguhnya menjaga harta miliknya merupakan wujud penghormatan yang baik. Sedangkan pemeliharaan hubungan terhadap kerabat dan keluarganya merupakan bentuk pengurusan yang baik terhadap dirinya.
Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarluaskan rahasianya, dan jaganlah engkau menentang perintahnya (selama perintah itu tidak bertentangan dengan agama). Karena jika engkau menyebarluaskan rahasianya, maka engkau tidak akan selamat dari penghianatannya. Dan jika engkau menentang perintahnya, maka engkau membangkitkan amarah dalam dadanya.
Selanjutnya wahai putriku, hindarilah kegembiraan di hadapanya pada saat dia sedang dalam kesedihan dan kesusahan. Dan janganlah engkau bermuram durja pada saat dia sedang bahagia. Karena kegembiraan pada saat sedih merupakan kelalaian, sedang kemuraman pada saat bahagia merupakan perbuatan yang mengeruhkan suasana.
Jadilah engkau orang yang paling mengagungkan baginya, maka dia akan menjadi orang yang paling memuliakanmu. Dan jadilah engkau orang yang paling mendukungnya (dalam hal kebaikan), niscaya engkau akan langgeng bersamanya.
Ketahuilah wahai putriku, engkau tidak akan pernah sampai pada apa yang engkau cintai darinya hingga engkau mendahulukan keridhaannya atas keridhaanmu, dan keinginannya atas keinginanmu, terhadapa segala hal yang kamu senangi atau yang kamu benci. Semoga ALLAH SWT memberi kebaikan kepadamu dan melindungimu, amin…”
5. Nasihat Abdullah bin Syidad kepada anaknya
Inti nasihat Abdullah bin Syidad kepada putranya, Muhammad, saat Abdullah bin Syidad menghadapi ajal. Anakku, semoga Allah membimibing dan mendukungmu. Aku akan memberimu nasihat, jika engkau bias menjaga dan memeliharanya, maka aku berharap engkau akan bahagia d dunia dan di akhirat:
Pertama, tetap bertakwa kepada Allah dengan menjaga anggota tubuhmu dari perbuatan maksiat dan menjalankan perintah Allah sebagai suatu ibadah kepada-Nya.
Kedua, jangan kaget dengan musibah.
Ketiga, bersikaplah adil, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
Keempat, jangan memusuhi kaum muslimin dan kaum dizalimi.
Kelima, puas terhadap kekayaan dan kehormatan yang diberikan Allah.
Keenam, jangan melupakan pemberian orang lain.
Ketujuh, mengatur dan menangani dengan baik segala urusan supaya tidak merepotkan orang lain.
Kedelapan, jangan mengikuti dirimu untuk sesuatu yang sia-sia dengan tidak menanyakan hal-hal yang belum kamu ketahui dan mengabaikan apa yang telah kamu ketahui.
Kesembilan, mengucapkan salam terlebih dahulu dan berbicara dengan logika yang baik kepada orang lain, enmepati janji, bersikap rendah hati dengan sewajarnya, membantu orang lain sesuai kemampuan, senang terhadap orang baik, menghindari orang yang tidak baik, dan mencari sunah dalam hal itu.
Kespuluh, tidak mempertahankan ketidaktahuan terhadap hal-hal yang menyangkut agama dan kehidupan dunia.
6. Nasihat seorang budayawan kepada anaknya
“Anakku, semoga Allah menujukimu ke jalan yang baik. Aku berpesan kepadamu supaya engkau tidak berusaha mencari keuntungan pribadi engan mengorbankan orang lain, sehingga Sang Pencipta dan semua makhluk marah kepadamu. Sebab, dengan perbuatan itu engkau telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya serta melanggar ketentuan Islam. Orang muslim adalah orang yang membuat orang lain selamat dari tangan dan lidahnya. Dan orang mukmin adalah orang yang membuat aman orang lain dari bahaya dan kejahatannya. Ketauilah bahwa dunia dan berbagai hiasannya yang memperdaya dirimu ini tidak lain hanyalah merupakan jalan hukuman atau ganjaran atas perbuatanmu di dunia, hal ini seperti yang tertera dalam QS. Az-Zalzalah (99): 7-8.
Oleh karena itu, akan lebih baik jika engkau mengarahkan seluruh konsentrasimu kepada hal-hal yang tidak menbuatmu tercela di dunia dan disika di akhirat. Jangan mendekati penghianatan dan jangan menyimpang dari jalan amanat. Sebab, khianat adalah perbuatan yang paling buruk dan akhlak paling jelek yang bertentangan dengan amanat. Dengan amanat, manusia diciptakan dan amanat merupakan jalan terbaik yang bias digunakan untuk mendapatkan cinta manusia.”
7. Pesan dari alam lain
Anakku, buah hatiku yang semata wayang, engkau akan membaca pesan ini ketika aku sudah berada di alam lain di mana yang bermanfaat bagiku hanyalah amal dan prilaku baik yang pernah aku lakukan. Ketahuilah anakkau, aku seorang diri menjalani hidup tanpa ayah, ibu, paman, dan bibi. Mereka semua dibinasakan oleh suatu hal yang tidak bias dicegah. Dunia ini tidak akan pernah abadi untuk siapa pun, tidak pernah abadi untuk mereka, diriku, dirimu, dan orang lain. Oleh karena itu, selama di dunia berusahalah menciptakan hal yang bermanfaat untuk manusia dan megeri, bantulah kaum fakir dan miskin, tempulah satu jalan terhormat di dunia ini, berusahalah di dalam hidupmu dengan cara yang paling terhormat, pilihlah kehormatan yang dibarengi kemiskinan, sebab hal itu lebih baik bagimu dibanding kekayaan yang dibarengi kejahatan. Jadilah laki-laki yang memiliki cinta dan kasih untuk anak-anak sebangsamu, jika engkau dibantu waktu dan engkau termasuk yang menonjol dikalangan umat maka jadikanlah perhatianmu untuk megerimu. Janganlah engkau diperdaya orang lain, sebab segala sesuatu akan sirna, tetapi nama orang yang selalu mengangkat tiang umat dan negerinya tidak akan pernah sirna.
Seseorang itu hendaknya berfikir, bagaimana dia menghabiskan usianya,
untuk memberi manfaat kepada negeri yang tumbuh dari kekayaannya.
Ketahuilah, engkau mempunyai kewajiban terhadap negaramu, sebab orang lain tidak akan pernah menghargai jika engkau tidak pernah menghargainya. Ketahuilah bahwa semua orang sama. Bapak mereka Adam dan ibu mereka Hawa. Mereka memiliki kelebihan karena amal. Jangan bergaul dengan orang-orang bodoh, sebab watak itu seperti air yang rasa tawarnya bercampur dengan rasa asinnya. Jangan pergi ke tempat-tempat hiburan, bahkan jangan mendekatinya, sebab tempat-tempat itu merusak roh kehormatan.
Jadilah penolong bagi orang yang mengharapkan, karena orang yang merdeka adalah penolong
Bermusyawarahlah dengan orang yang lebih tua dan berpengalaman. Jangan meninggalkan belajar hanya karena telah selesai sekolah, luangkan waktu sedikit untuk belajar dan jangan sekali-kali meremehkan. Saya memohon kepada Allah SWT sesmoga Dia memperbaiki keadaan dan tujuan bagimu. Inilah pesanku dan nasihatku, semoga kedamaian negiringimu selalu samapai akhir zaman.
Semoga bermanfaat……..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar